X : Haa ??? setau gw kalo proxy itu pakainya di server gitu deh,cid…emang kalau di laptop bisa ?
Sebenernya, proxy itu bisa aja diterapkan dimana saja. Sekarang ini saya sedang ujicoba penerapan Proxy Squid pada laptop saya. Proxy squid ini saya terapkan sebagai Cache Server.
X : Cache Server ? apaan lagi tuh ?
Cache Server itu bahasa lain dari Tempat Penyimpanan Sementara ( Temporary Files ). Bedanya, ketika kita pertama kali mengunjungi suatu website tertentu, mungkin akan terasa berat karena browser akan men-download semua elemen yang ada pada website tersebut. Nah, bila kamu menggunakan Cache Server, file – file yang telah di download tadi, disimpan pada tempat sementara. Kalau kita masuk ke suatu website tertentu yang mempunyai ribuan halaman, hal ini akan menguntungkan kita. Karena biasanya setiap halaman dari website mempunyai beberapa elemen yang sama. Nah, elemen yang sama ini TIDAK DI DOWNLOAD LAGI oleh browser melainkan mengambil dari Cache Server yang sudah tersedia. Sehingga nantinya, hanya elemen – elemen yang PASTI BERBEDA saja yang akan di download.
X : wahhh…asik dunk…jadi misalnya saya buka facebook, beberapa elementnya seperti profile picture dari temen – temen saya tersimpan gitu ? jadi cepet dunk loading-nya kalo bolak balik liat profile temen….
Yups, gak cuman foto aja, SEMUA ELEMENT YANG SAMA, akan di download. Misalnya, header image dari FaceBook itu sendiri dan masih banyak lagi.
X : seru juga keliatannya….ajarin dunk cara nginstalnya.
Untuk membuat Cache Server ini, kamu membutuhkan software Squid. Apa itu Squid ? silahkan kamu baca sendiri di website resminya.
Silahkan download software sesuai dengan OS ( Operating System ) yang kamu gunakan ( sebagai contoh, saya mendownload software Squid untuk Windows ).
Step – step untuk instalasinya, bisa kalian baca di SINI. Soalnya terlalu panjang kalau saya jelaskan. hehehe…tapi kalau pengen tanya – tanya, bisa ko tanya ke saya lewat Pingbox atau lewat komentar.
loading...
loading...




